
Sejak masa Covid-19 yang mengharuskan setiap orang membatasi diri untuk kontak langsung dengan orang lain, sistem kerja disesuaikan menjadi work from home (WFH). Berakhirnya pandemi Covid-19, beberapa perusahaan menerapkan sistem kerja hybrid, dengan aturan bekerja di kantor dan WFH secara bergantian.
Sistem kerja hybrid terdengar menyenangkan, karena karyawan bisa memiliki waktu bekerja dari rumah dan tidak perlu berangkat ke kantor setiap hari. Namun, sistem kerja yang seperti ini justru memungkinkan karyawan menjadi kurang aktivitas fisik jika dibandingkan dengan karyawan yang setiap hari ke kantor.
Penyebab Pekerja Hybrid Kurang Aktivitas Fisik
Kerja secara hybrid bagi sebagian orang memang memberikan kenyamanan, dan cenderung menjadi pilihan karena dinilai lebih seimbang antara bekerja dengan istirahat. Padahal sebenarnya, kerja di rumah memungkinkan karyawan kurang aktivitas fisik. Berikut penyebab pekerja hybrid kurang aktivitas fisik.
1. Duduk Terlalu Lama
Sistem kerja hybrid bagi pekerja digital akan membuat pekerja duduk lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan sejak pagi hingga sore hari. Berbagai aktivitas pekerjaan dilakukan hanya dengan duduk, sehingga tubuh menjadi kurang gerak.
2. Tidak Ada Rutinitas Perjalanan
Sistem kerja hybrid memungkinkan pekerja tidak melakukan rutinitas perjalanan setiap hari. Perjalanan dari rumah ke kantor tentu melelahkan, tetapi aktivitas ini akan membuat pekerja lebih bergerak aktif, terutama bagi pekerja yang menggunakan transportasi umum.
3. Jadwal Meeting Padat
Bekerja secara hybrid dengan jadwal meeting yang padat akan membuat tubuh lebih banyak duduk, sehingga kurang aktivitas fisik karena tidak ada waktu untuk sekadar stretching atau jalan kaki.
4. Sulit Memisahkan Waktu Kerja dan Istirahat
Pekerja hybrid dengan beban kerja yang banyak akan terlalu fokus bekerja hingga lupa istirahat. Berbeda dengan bekerja di kantor, bekerja dari rumah sering membuat pekerja sulit membagi waktu antara menyelesaikan pekerjaan dengan istirahat.
Dampak Kurang Aktivitas bagi Pekerja Hybrid
Kurangnya aktivitas fisik akan berdampak pada kesehatan tubuh, bukan hanya jangka pendek, tetapi akan berpengaruh dalam jangka panjang. Berikut ini dampak kurang aktivitas fisik bagi pekerja hybrid.
- Nyeri Punggung dan Leher
- Berat Badan Mudah Naik
- Risiko Penyakit Kronis
- Tubuh Mudah Lelah
- Fokus dan Produktivitas Menurun
Cara Mengatasi Kurang Aktivitas Fisik bagi Pekerja Hybrid
Kurang gerak bisa diatasi dengan melakukan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Lakukan cara berikut untuk mengatasi kurang aktivitas fisik di tengah kesibukan sebagai pekerja hybrid :
1. Berdiri Setiap 60 Menit Sekali
Duduk terlalu lama tanpa jeda dapat menyebabkan sakit punggung, pinggang, pundak, dan leher. Cobalah berdiri setiap 60 menit sekali, lakukan stretching ringan, atau sekadar mengambil minum agar tubuh dibiasanya beraktivitas.
2. Biasakan Olahraga Ringan
Sebelum mulai bekerja, biasakan olahraga ringan dengan jalan kaki 10-15 menit di pagi hari, bersepeda, hingga stretching. Olahraga ringan membantu menyeimbangkan antara aktivitas fisik dengan bekerja yang berdampak pada kesehatan pekerja hybrid.
3. Gunakan Meja Kerja Ergonomis
Posisi duduk saat kerja sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan postur tulang. Gunakan meja kerja yang ergonomis, sejajarkan layar dengan mata, gunakan kursi yang dapat menopang tubuh dengan baik, pastikan kaki menapak lantai, dan bahu tetap rileks saat mengetik.
4. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak baik bagi tubuh. Mulailah memilih naik tangga dibanding lift, bersihkan rumah di sela pekerjaan, berdiri saat membaca dokumen, dan berjalan ketika menerima telepon.
5. Tetapkan Jam Kerja Pasti
Salah satu kelemahan sistem kerja hybrid adalah jam kerja yang kadang tidak menentu. Ketika waktunya bekerja dari rumah, waktu bekerja menjadi lebih panjang dibanding yang seharusnya. Mulai tetapkan jam kerja yang pasti dengan profesional untuk waktu kerja yang lebih produktif.
Sistem kerja hybrid memberikan fleksibilitas yang banyak disukai oleh pekerja khususnya bagi usia muda. Namun jangan sampai sistem hybrid yang memberikan fleksibilitas, justru mengganggu kesehatan fisik dalam jangka panjang. Mulai kebiasaan kecil secara rutin untuk hidup lebih sehat dan seimbang.
