HR Perlu Tahu! Ini 5 Indikator Benefit Kesehatan Kurang Tepat untuk Karyawan

Benefit kesehatan karyawan saat ini memiliki perubahan yang menyesuaikan kebutuhan karyawan. Di era digital yang serba dinamis, kebutuhan akan benefit kesehatan mulai disesuaikan menjadi lebih fleksibel, mudah diakses, dan mencakup semua aspek, mulai dari kesehatan fisik hingga mental.

Saat ini, bukan hanya gaji kompetitif yang dicari oleh karyawan, tetapi ada yang lebih penting dan menjadi perhatian bagi karyawan, yaitu benefit kesehatan yang mendukung kesejahteraan karyawan. Namun sayangnya, masih banyak perusahaan menggunakan employee benefit yang sama tanpa evaluasi.

Indikator Benefit Kesehatan Kurang Relevan untuk Karyawan

Benefit kesehatan yang tidak dilakukan evaluasi, akan berdampak pada menurunnya kepuasan karyawan, meningkatkan turnover, hingga produktivitas kerja menurun. Berikut ini tanda benefit kesehatan sudah tidak relevan lagi bagi kebutuhan karyawan.

1. Benefit Kesehatan Jarang Digunakan Karyawan

Salah satu tanda benefit kesehatan kurang relevan dengan kebutuhan karyawan saat ini adalah benefit kesehatan jarang digunakan oleh karyawan. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya adalah :

  • Jumlah provider / rumah sakit terbatas
  • Proses klaim rumit dan tidak terdigitalisasi
  • Fasilitas kesehatan sulit dijangkau
  • Benefit tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan

2. Benefit Fokus pada Pengobatan

Perusahaan sering berfokus terhadap pengobatan karyawan, sehingga benefit kesehatan yang diberikan hanya difokuskan untuk tindakan pengobatan. Sementara itu, pencegahan juga penting untuk dimasukkan ke dalam benefit. Berikut manfaat kesehatan yang dibutuhkan karyawan :

  • Medical check-up rutin
  • Konsultasi dokter secara online
  • Pemeriksaan laboratorium
  • Konseling kesehatan mental
  • Edukasi gaya hidup sehat
  • Wellness program

3. Benefit Tidak Fleksibel

Setiap karyawan perlu mendapatkan benefit kesehatan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kondisi dan kriteria. Karyawan yang belum menikah tentu memiliki kebutuhan benefit kesehatan yang sudah menikah. Selain itu, kondisi kesehatan juga memengaruhi plan benefit kesehatan karyawan.

Perusahaan yang masih menerapkan satu benefit untuk seluruh karyawan, tanpa adanya fleksibilitas dan penyesuaian dengan kondisi masing-masing karyawan akan menurunkan efektivitas penggunaan benefit kesehatan. Jika dibiarkan, ini akan memberikan kerugian bagi perusahaan.

4. Administrasi dan Proses Klaim Manual

Proses administrasi dan klaim yang masih dilakukan secara manual bisa membuat karyawan enggan untuk menggunakan benefit kesehatan, karena prosesnya ribet dan lama. Mulai dari formulir yang diisi secara manual, mengumpulkan kuitansi fisik, hingga proses reimbursement yang lama.

Proses yang dilakukan secara manual dapat menurunkan kepercayaan karyawan sebagai penerima manfaat. Karena itu, dibuat adanya sistem digital agar proses klaim dibuat lebih cepat dan mudah.

5. Benefit Tidak Mendukung Kesehatan Mental

Kesehatan mental saat ini menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan di dunia kerja. Tekanan pekerjaan yang tinggi, target kerja yang harus dicapai, hingga lingkungan kerja dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental karyawan.

Benefit kesehatan yang umum diberikan oleh perusahaan saat ini masih berfokus kepada kesehatan fisik saja. Belum banyak perusahaan yang menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas. Padahal kesehatan mental dapat berdampak pada kesehatan fisik di kemudian hari.

Benefit kesehatan memengaruhi loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, cara untuk menjaga loyalitas salah satunya adalah mengikuti perkembangan teknologi dengan memanfaatkan solusi digital yang memungkinkan proses pengelolaan benefit lebih efisien.

izihealth sebagai penyedia sistem ASO menawarkan proses klaim yang mudah, cepat, dan aman. Proses klaim dilakukan secara digital melalui website iziklaim. Mulai dari administrasi, monitoring klaim, sampai membuat laporan data kesehatan karyawan dibuat lebih lengkap dan mudah.

izihealth memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk merancang benefit kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan kondisi setiap karyawan. Diskusikan kebutuhan pengelolaan benefit kesehatan karyawan di perusahaan Anda dengan menghubungi tim Sales izihealth!


Kembali