
Terkadang, gaji sering dianggap hal yang paling penting ketika karyawan memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan, hingga banyak perusahaan yang mengutamakan memberi gaji kompetitif tanpa mementingkan benefit lainnya. Padahal ada yang tidak kalah penting dari itu, yaitu healthcare benefit.
Healthcare benefit berfungsi untuk melindungi karyawan dari risiko kesehatan yang dialami. Benefit ini juga dapat menjadi strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, loyalitas, dan kehadiran karyawan di tempat kerja. Namun masih banyak perusahaan yang kesulitan dalam mengelola healthcare benefit.
Pada tahap ini, HR membutuhkan Third Party Administrator (TPA) sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab dalam mengelola kebutuhan administratif dan operasional healthcare benefit perusahaan. Adanya TPA, membantu perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia.
Alasan HR Membutuhkan TPA
TPA dirancang secara khusus untuk memudahkan perusahaan dalam mengelola healthcare benefit. Mulai dari pendaftaran, administrasi, proses klaim, hingga membuat laporan. Berikut ini alasan HR membutuhkan TPA dalam mengelola healthcare benefit untuk karyawan.
1. Beban Administrasi Berkurang
Mengelola administrasi healthcare benefit yang rumit dan menggunakan sistem manual akan menghambat kinerja HR. TPA hadir untuk mengurangi beban administrasi healthcare benefit dan dibuat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
TPA menyediakan sistem terintegrasi, sehingga HR tidak perlu kesulitan menangani kebutuhan karyawan terhadap healthcare benefit secara langsung. Pengelolaan dirancang jadi lebih terstruktur, sehingga mengurangi kemungkinan pekerjaan yang berulang.
2. Proses Klaim Lebih Mudah dan Aman
Klaim asuransi yang dibuat secara manual tanpa sistem terintegrasi tidak jarang menyulitkan peserta maupun rumah sakit sebagai provider. Kesulitan yang dialami, sering kali menghambat proses pengobatan, dan memberikan pengalaman kurang baik.
TPA membantu mengelola proses klaim jadi lebih mudah. Mulai dari penerimaan dokumen, verifikasi, hingga penyelesaian klaim sesuai benefit yang didapatkan oleh peserta. Adanya dukungan sistem digital membuat status klaim jadi lebih transparan.
3. Akses Jaringan Provider Luas
Healthcare benefit yang bisa digunakan dengan mudah di provider terdekat dari tempat tinggal peserta, akan memberikan pengalaman yang baik dalam menggunakan healthcare benefit.
TPA memiliki jaringan provider kesehatan yang luas. Sudah bekerja sama dengan klinik, rumah sakit, laboratorium, apotek, dan fasilitas kesehatan lainnya, sehingga healthcare benefit lebih mudah digunakan tanpa batas.
4. Biaya Healthcare Benefit Terkontrol
Biaya yang dialokasikan untuk healthcare benefit, sering kali membutuhkan nominal yang cukup besar, meski tidak digunakan oleh peserta, perusahaan tetap perlu membayar senilai polis yang disepakati. Adanya TPA, membantu mengontrol biaya healthcare benefit.
TPA memantau setiap benefit yang digunakan oleh peserta, dan memberikan insight berdasarkan data klaim. Melalui data klaim yang ditampilkan, HR dapat mengetahui penggunaan layanan kesehatan, dan jenis layanan yang banyak digunakan.
5. Laporan Data Klaim Lebih Terstruktur dan Transparan
Benefit kesehatan yang tidak digunakan dengan benar, akan menyulitkan HR dalam mengelola data klaim. Karena itu, diperlukan adanya laporan data klaim yang terstruktur dan transparan agar data lebih mudah dikelola, kemudian dievaluasi sesuai ketentuan.
TPA menyediakan laporan yang lengkap mengenai penggunaan healthcare benefit, termasuk informasi seputar klaim, utilisasi, jenis layanan kesehatan, hingga tren penggunaan benefit. Data yang ditampilkan membantu HR dalam evaluasi efektivitas program kesehatan.
6. Meningkatkan Pengalaman Karyawan
Benefit kesehatan yang sulit tidak transparan, proses klaimnya sulit, dan jaringan provider sulit diakses akan memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan bagi karyawan sebagai peserta. Dibutuhkan adanya sistem digital untuk meningkatkan pengalaman karyawan.
Employee benefit yang menggunakan TPA sebagai sistem pengelola benefit, dapat meningkatkan pengalaman karyawan. Karena adanya kemudahan dalam mengakses informasi benefit, digital card, jaringan provider yang luas, hingga proses klaim yang dilakukan secara digital.
7. Membantu HR Mengelola Benefit dalam Jumlah Besar
Semakin besar sebuah perusahaan, maka proses pengelolaan benefit akan semakin kompleks. HR perlu mengelola data dan kebutuhan kesehatan karyawan dengan karakteristik yang berbeda-beda. Perusahaan yang memiliki banyak cabang, biasanya membutuhkan sistem benefit yang terpusat,
Adanya TPA membantu HR dalam mengelola health benefit secara lebih terstruktur. Informasi penggunaan benefit bisa didapatkan tanpa melibatkan banyak pihak, sehingga HR dapat lebih mudah mengelola data klaim benefit dalam jumlah besar.
8. Mengurangi Risiko Fraud dan Penyalahgunaan Benefit
Health benefit tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti penyalahgunaan benefit. Misalnya penggunaan benefit tidak sesuai ketentuan, dokumen klaim tidak valid, atau pola klaim yang tidak transparan.
TPA membantu HR dalam proses klaim yang transparan, dengan proses verifikasi dan monitoring aktivitas klaim yang mencurigakan. Adanya pengelolaan yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian dan memastikan benefit digunakan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Pengelolaan health benefit secara mandiri dapat lebih dimudahkan dengan adanya sistem digital seperti TPA. Beban administrasi, proses klaim, pengendalian biaya, hingga laporan dapat dikelola secara lebih baik dan terstruktur.
TPA jadi solusi tepat dalam membantu HR membuat pengelolaan benefit lebih sederhana. Pilih partner TPA yang tepat seperti izihealth untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan benefit, dan pengalaman yang lebih optimal untuk karyawan sebagai peserta.
Informasi lebih lanjut terkait izihealth, dapat menghubungi tim marketing, dan diskusikan kebutuhan Anda bersama izihealth!
