
Asuransi kesehatan karyawan adalah salah satu benefit yang disukai karyawan, dan dapat menentukan loyalitas terhadap perusahaan. Adanya asuransi kesehatan membuat karyawan tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan yang tinggi. Karena itu, pemanfaatan asuransi kesehatan sangat berguna untuk karyawan.
Sayangnya, banyak klaim asuransi kesehatan dari perusahaan yang ditolak karena alasan tertentu. Mulai dari invoice yang tidak sesuai, dokumen klaim tidak lengkap, hingga layanan yang diterima oleh karyawan tidak masuk ke dalam manfaat polis. Penolakan bisa menimbulkan kerugian, baik bagi karyawan maupun perusahaan.
Tips Klaim Asuransi Kesehatan Mudah Disetujui
Penolakan klaim yang merugikan banyak pihak sebenarnya bisa dicegah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar asuransi kesehatan mudah disetujui. Berikut tips yang bisa dilakukan oleh peserta asuransi.
1. Pahami Manfaat Asuransi yang Dimiliki
Perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam memberikan employee benefit. Ada yang hanya menanggung biaya pengobatan rawat jalan, dan ada pula yang mencakup rawat inap, pemeriksaan laboratorium, persalinan, hingga perawatan gigi.
Pahami beberapa hal berikut sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan untuk menghindari biaya yang tidak terduga :
- Jenis layanan yang masuk ke dalam penjaminan
- Batas plafon tahunan
- Rumah sakit atau klinik yang sudah rekanan dengan asuransi
- Syarat klaim yang berlaku
- Ketentuan pengecualian atau pengobatan yang tidak ditanggung
2. Cek Syarat dan Ketentuan Polis
Penyebab klaim bisa ditolak, biasanya bukan disebabkan penyakit yang dialami, tetapi karena administrasi yang tidak memenuhi syarat. Mulai dari masa tunggu, penyakit yang tidak dijaminkan, batas waktu pengajuan klaim, syarat rujukan, hingga dokumen pendukung untuk proses klaim
Cek syarat dan ketentuan polis yang diberikan oleh perusahaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika melakukan proses klaim asuransi.
3. Lakukan Pengobatan di Provider Rekanan
Perusahaan biasanya menyediakan sistem pembayaran cashless untuk memudahkan proses klaim asuransi. Tetapi harus dipastikan rumah sakit atau klinik tempat melakukan pengobatan sudah masuk ke dalam provider rekanan.
Melakukan pengobatan di provider yang sudah bekerja sama dengan asuransi atau perusahaan, akan mempersingkat proses klaim, verifikasi data dilakukan secara otomatis, dan tidak perlu melakukan pembayaran di awal (reimbursement).
4. Lengkapi Dokumen Klaim
Saat melakukan klaim asuransi, peserta sebaiknya melengkapi dokumen klaim sejak awal. Karena dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai menjadi salah satu penyebab klaim asuransi ditolak. Biasanya, dokumen yang diperlukan antara lain :
- Formulir klaim
- Bukti pembayaran asli
- Resep obat dokter
- Hasil pemeriksaan lab (jika dilakukan pengecekan)
- Surat keterangan dokter
- Data identitas diri
- Dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan
5. Ajukan Klaim Tepat Waktu
Batas waktu mengajukan klaim asuransi bagi setiap perusahaan berbeda-beda. Khususnya bagi klaim reimbursement. Biasanya, reimburse hanya bisa dilakukan maksimal 30 hari sejak tanggal pengobatan berlangsung.
Saat selesai melakukan pengobatan, simpan kuitansi yang diberikan oleh rumah sakit / klinik, dan segera ajukan pengajuan klaim sebelum batas waktu klaim asuransi berakhir. Klaim asuransi yang dilakukan tepat waktu akan terhindar dari penolakan saat pengajuan.
6. Pastikan Data Pribadi Sudah Benar
Adanya kesalahan data pribadi akan menghambat jalannya proses administrasi. Sebelum melakukan klaim, ada baiknya periksa kembali nama lengkap, nomor kartu peserta, nomor identitas, nama perusahaan, dan nomor rekening untuk proses klaim reimbursement.
7. Ikuti Prosedur yang Berlaku
Bagi peserta asuransi yang memerlukan pengobatan ke dokter spesialis biasanya membutuhkan surat rujukan sebagai pengantar. Jika tidak ada surat rujukan, proses klaim asuransi akan terhambat dan berisiko terjadinya penolakan klaim.
Ikuti prosedur klaim asuransi yang berlaku di perusahaan untuk proses klaim yang lancar dan terhindar dari risiko penolakan. Prosedurnya bisa ditanyakan langsung ke HR jika sewaktu-waktu terdapat perubahan prosedur.
8. Segera Laporkan Perubahan Data
Jika ada data yang perlu pembaruan seperti status pernikahan, jumlah anggota keluarga bertambah, perubahan alamat, atau pergantian nomor telepon, segera laporkan ke HR agar data dapat segera diperbarui. Data yang tidak sesuai dapat menghambat proses klaim asuransi
9. Simpan Dokumen Pengobatan
Saat melakukan pengobatan, peserta akan diberikan dokumen pendukung seperti invoice, rekam medis, dan hasil lab jika dilakukan pemeriksaan lab. Simpan dokumen pengobatan untuk sewaktu-waktu dibutuhkan audit, verifikasi tambahan, atau memperbaiki kesalahan administrasi klaim.
10. Jangan Ragu Bertanya ke HR atau Administrator Asuransi
Apabila ada hal yang kurang dipahami dari benefit kesehatan yang diberikan oleh perusahaan, jangan ragu untuk bertanya ke HR atau administrator layanan asuransi sebelum melakukan pengobatan.
Tim HR dapat memberikan informasi jumlah limit yang tersedia, benefit yang berlaku, provider rekanan, status kepesertaan, proses reimbursement, dan estimasi waktu penyelesaian klaim. Dengan bertanya pada HR sebelum pengobatan, dapat mencegah risiko penolakan klaim asuransi.
Penolakan klaim asuransi sering terjadi karena peserta kurang memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, masing-masing peserta harus memahami manfaat polis, melengkapi dokumen, menggunakan fasilitas kesehatan yang sudah rekanan, dan ikuti prosedur dengan sesuai untuk mencegah penolakan.
Gunakan izihealth sebagai sistem pengelola employee benefit yang bukan menawarkan kemudahan dalam proses klaim, tetapi memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam merancang employee benefit sesuai kebutuhan karyawan. Diskusikan kebutuhan perusahaan Anda dengan menghubungi sales izihealth!
