
Perubahan pola kerja di era modern beberapa tahun terakhir ini, mengubah cara perusahaan dan karyawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pandemi yang membiasakan kerja jarak jauh, membuat banyak perusahaan saat ini menggunakan sistem kerja Work From Home (WFH) dan Hybrid Working.
Karyawan banyak yang diuntungkan dengan adanya sistem kerja WFH dan hybrid. Akan tetapi, kedua sistem kerja ini berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental. Hal ini menjadi perhatian bagi HR dan pemilik perusahaan dalam membuat sistem kerja yang sehat bagi karyawan.
Perbedaan WFH dan Hybrid Working
Work From Home (WFH) adalah sistem kerja yang memungkinkan karyawan menjalankan seluruh aktivitas pekerjaan dari rumah atau tempat lain di luar lingkungan kantor, dan memanfaatkan teknologi digital secara keseluruhan. Mulai dari pemberian tugas, hingga daily dan monthly meeting.
Sementara itu, Hybrid Working adalah sistem kerja yang menggabungkan antara bekerja dari kantor, dan bekerja jarak jauh. Melalui sistem ini, karyawan diberikan kesempatan bekerja dari rumah pada hari tertentu, dan bekerja di kantor sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dampak WFH bagi Kesehatan Karyawan
Kebiasaan WFH akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya terhadap kesehatan. Bekerja dari rumah memang tidak perlu melakukan perjalanan dari rumah ke kantor, tetapi ternyata ada dampaknya bagi kesehatan. Berikut dampak WFH yang akan dirasakan oleh karyawan.
1. Stres Akibat Perjalanan Menurun
Salah satu keuntungan kerja dengan sistem WFH adalah tidak perlu meluangkan waktu untuk perjalanan dari rumah ke kantor, dan sebaliknya. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam dapat meningkatkan stres, kelelahan, hingga risiko gangguan kesehatan lainnya.
Bekerja dengan sistem WFH, membuat karyawan lebih banyak waktu untuk istirahat, olahraga, dan menghabiskan waktu bersama keluarga lebih banyak. Hal ini dapat menurunkan risiko stres yang, dan membuat mental menjadi lebih sehat.
2. Sistem Kerja Fleksibel
WFH memberikan fleksibilitas dalam mengatur jadwal kerja sehari-hari. Saat ini banyak karyawan yang lebih suka mengatur ritme, jadwal, dan tempat kerja sendiri yang dapat meningkatkan fokus serta produktivitas.
Fleksibilitas sistem kerja WFH memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menyesuaikan waktu kerja dengan kebutuhan pribadi tanpa perlu meninggalkan tanggung jawab pekerjaan. Dalam hal ini, WFH membuat karyawan lebih mandiri dalam mengatur sistem kerja yang dijalani.
3. Risiko Kurang Bergerak
Sistem WFH memang memberikan kesempatan untuk mengatur waktu kerja lebih fleksibel, dan tidak perlu melakukan perjalanan berjam-jam. Namun di sisi lain, WFH memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan, khususnya bagi karyawan yang tidak memiliki kebiasaan rutin berolahraga.
Saat WFH, karyawan akan lebih banyak duduk, dan memungkinkan kurang aktivitas fisik, sehingga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Mulai dari nyeri punggung dan leher, gangguan postur tubuh, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular.
4. Risiko Isolasi Sosial Meningkat
Interaksi sosial merupakan salah satu faktor yang dapat menjaga kesehatan mental. Ketika bekerja dari rumah, sebagian karyawan cenderung mengalami kesepian, terisolasi, dan kehilangan koneksi dengan rekan kerja lain.
Isolasi sosial yang dialami dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, hingga burnout. Hal ini karena interaksi dengan rekan kerja memberikan pengaruh terhadap mood sehari-hari, dan dapat menurunkan stres.
Dampak Hybrid Working bagi Kesehatan Karyawan
Sistem kerja hybrid memberikan kesempatan bagi karyawan untuk bekerja dari rumah dan bekerja di kantor secara bergantian. Sistem ini lebih fleksibel dan memberikan suasana baru bagi karyawan, dibandingkan dengan WFH dan bekerja di kantor. Berikut dampak kesehatan yang dirasakan oleh pekerja hybrid.
1. Interaksi Sosial Terjaga
Keunggulan sistem kerja hybrid dibandingkan dengan WFH adalah tetap memberikan kesempatan karyawan untuk tetap berinteraksi langsung dengan rekan kerja. Hal ini dapat meningkatkan mood dan mengurangi risiko stres akibat tekanan kerja.
Saat bekerja hybrid, dapat menjadi waktu untuk menghilangkan jenuh. Bekerja dari rumah dapat berpotensi jenuh dan menurunkan produktivitas. Sementara kerja hybrid bisa memberikan suasana yang baru, tidak hanya di rumah saja, dan bisa tetap bersosialisasi dengan rekan kerja.
2. Meningkatkan Aktivitas Fisik
Bekerja sistem hybrid memberikan ruang untuk bekerja di rumah, dan tetap menjalani mobilitas pulang pergi kantor pada hari tertentu. Hal ini dapat meningkatkan aktivitas fisik, karena tubuh diberi kesempatan untuk tetap bergerak di tengah kesibukan bekerja.
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan pengaruh yang baik bagi kesehatan jantung, dan meningkatkan metabolisme tubuh.
3. Mendukung Kesehatan Mental
Bekerja dengan sistem hybrid menyeimbangkan antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor, sehingga memungkinkan untuk tetap melakukan interaksi sosial. Menjaga komunikasi langsung dengan rekan kerja dapat mendukung kesehatan mental.
4. Potensi Stres Mengatur Jadwal
Di balik fleksibilitas bekerja dengan sistem hybrid, terdapat potensi stres dalam mengatur jadwal. Saat terbiasa dengan sistem WFH atau bekerja di kantor sepenuhnya, kemudian berganti ke sistem hybrid perlu adanya penyesuaian dalam mengatur jadwal.
Jadwal kerja yang berubah-ubah dalam menjalani sistem hybrid, bisa menyebabkan stres secara perlahan. Oleh karena itu, perlu adanya adaptasi yang baik dan pengelolaan jadwal kerja yang bijak agar tidak mengganggu produktivitas dalam bekerja.
Sistem kerja WFH dan hybrid keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Akan tetapi, jika dilihat dari perspektif kesehatan karyawan, sistem hybrid lebih seimbang karena menggabungkan manfaat kerja jarak jauh dan kerja kantor. Meski begitu, WFH juga tetap menjadi opsi yang baik bagi perusahaan.
Pada akhirnya, sistem kerja yang baik dan pengelolaan waktu yang bijak dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pekerja WFH maupun hybrid. Tetap jaga kondisi kesehatan dengan menerapkan pola makan seimbang, dan rutin melakukan aktivitas fisik untuk tubuh yang lebih sehat!
