
Bulan suci ramadan memberikan suasana yang berbeda dalam setiap aktivitas. Mulai dari pola tidur, jam makan, hingga ritme kerja berbeda dengan hari-hari biasanya. Meski begitu, produktivitas tetap harus terjaga dalam kondisi berpuasa sekalipun.
Bagi tenaga medis, seperti dokter, perawat, bidan, maupun tenaga penunjang, bertugas di bulan ramadan terasa lebih menantang karena pelayanan kesehatan selalu aktif tidak mengenal waktu. Di tengah jadwal yang padat, situasi darurat, dan tekanan emosional, tenaga medis wajib menjaga stamina dan fokus.
Oleh karena itu, tenaga medis harus memiliki strategi khusus untuk menjaga produktivitas agar tetap profesional di tengah menjalankan ibadah puasa. Berikut tips yang bisa dilakukan oleh tenaga medis untuk tetap fokus bertugas saat berpuasa.
1. Atur Pola Sahur dengan Nutrisi Seimbang
Sahur bukan sebatas makan sebelum menjalankan puasa. Bagi tenaga medis, sahur dimanfaatkan untuk mengisi energi untuk beraktivitas seharian. Atur pola makan saat sahur dengan nutrisi seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi sepanjang hari.
Utamakan mengonsumsi karbohidrat kompleks, berprotein tinggi, kaya akan serat, dan cairan yang cukup. Hindari makanan yang terlalu asin dan berminyak untuk menghindari dehidrasi dan lemas ketika beraktivitas. Asupan yang tepat akan menstabilkan energi saat berpuasa.
2. Kelola Energi Lebih Optimal
Ritme kerja yang berubah, akan mengubah pengelolaan energi dalam tubuh. Ketika berpuasa, manfaatkan waktu dengan baik agar energi tidak terbuang secara percuma yang dapat menyebabkan lebih mudah merasa lemas, lapar, dan haus.
Jika bertugas di pagi hari, dapat dimulai dengan aktivitas yang memerlukan fokus tinggi, seperti mengevaluasi kondisi pasien, menyiapkan tindakan medis, hingga menyusun laporan medis. Di waktu siang, lakukan tugas yang lebih ringan untuk mengurangi risiko kesalahan akibat kelelahan.
3. Jaga Kualitas Tidur
Ketika berpuasa, terdapat perubahan jam tidur yang membuat tubuh perlu menyesuaikan kembali, karena perlu bangun lebih awal untuk sahur. Oleh karena itu, tenaga medis perlu menjaga kualitas tidur agar saat beraktivitas tidak mudah lelah, dan tubuh lebih sehat.
Jaga kualitas tidur dapat dimulai dengan tidur lebih awal dari biasanya. Apabila memungkinkan, manfaatkan power nap selama 20-30 menit saat sebelum atau setelah shift untuk memulihkan energi. Kualitas tidur yang baik, akan mengurangi risiko kesalahan saat pelayanan pasien.
4. Jaga Hidrasi Tubuh
Tenaga medis membutuhkan gerak aktif untuk memberikan tindakan terhadap pasien. Tubuh yang bergerak aktif dalam waktu lama, rentan mengalami dehidrasi saat berpuasa. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan menjaga hidrasi tubuh agar tetap nyaman beraktivitas.
Menjaga hidrasi tubuh dapat dilakukan dengan pola minum 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari konsumsi kafein berlebihan, baik dari teh maupun kopi untuk mengurangi frekuensi buang air kecil dan mempercepat dehidrasi.
5. Manfaatkan Waktu Istirahat dengan Bijak
Saat memasuki waktu istirahat bekerja, manfaatkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah lelah beraktivitas. Power nap sekitar 15 - 30 menit dapat membantu mengembalikan energi dan membuat pikiran kembali fokus.
Tenaga medis umumnya bekerja dengan sistem shifting. Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu tidur malam secara konsisten, mengurangi aktivitas berat setelah jam kerja, menghindari begadang yang tidak perlu. Kualitas istirahat yang optimal, memberikan dampak baik terhadap kualitas pelayanan.
6. Jaga Porsi Makan Saat Berbuka
Berbuka puasa kerap dijadikan sebagai waktu ‘balas dendam’ setelah seharian menahan lapar dan haus. Apabila makan terlalu berlebihan, akan membuat tubuh terasa berat, dan lebih mudah mengantuk, sehingga dikhawatirkan pelayanan terhadap pasien menjadi kurang maksimal.
Berbuka puasa dapat dimulai dengan air putih dan kurma. Kemudian lanjutkan dengan makanan utama dalam porsi wajar. Penuhi kebutuhan tubuh dengan makan bergizi seimbang agar tubuh tetap siap untuk beraktivitas, khususnya jika mendapatkan shift malam.
7. Mudahkan Pekerjaan dengan Rekam Medis Elektronik
Mengatur administrasi pasien yang menumpuk akan membuat tenaga medis kewalahan dan mengganggu fokus dalam bekerja. Oleh karena itu, penggunaan rekam medis elektronik menjadi salah satu solusi untuk memudahkan kinerja tenaga kesehatan.
Rekam medis elektronik dari izidok, dilengkapi dengan berbagai fitur yang dapat membantu proses administrasi pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Tenaga medis tidak perlu membuang waktu untuk mencari rekam medis pasien.
Tenaga medis adalah garda terdepan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Maka dari itu, penting bagi tenaga kesehatan mengatur pola hidup di bulan puasa, agar tetap maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.
Apabila Anda tenaga medis dan membutuhkan sistem untuk memudahkan operasional layanan kesehatan, segera konsultasikan dengan izidok melalui WhatsApp 0822-1797-9782 sekarang!
