Terlalu Sibuk Bekerja, Jangan Abai dengan Kesehatan! Ini 4 Alasan Mengapa Medical Check Up Penting untuk Karyawan

Di tengah kesibukan bekerja, dan target yang terus berjalan. Banyaknya tuntutan pekerjaan dan target yang dihadapi, tak sedikit karyawan yang kurang memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Padahal perusahaan sudah memberikan manfaat kesehatan yang bisa digunakan oleh karyawan.

Bagi HR maupun pemilik perusahaan, hal ini menjadi momen yang tepat untuk memastikan program kesehatan sudah digunakan secara optimal. Karyawan dengan kesehatan yang baik, akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja dan memenuhi kebutuhan perusahaan.

Mengapa Karyawan Penting untuk Medical Check-Up?

Check-up kesehatan secara rutin tidak bisa dijadikan sebagai formalitas. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan, di antaranya :

  • Deteksi penyakit sejak dini
  • Mengontrol kondisi kronis, seperti hipertensi atau diabetes
  • Mengurangi risiko komplikasi serius
  • Menekan biaya pengobatan jangka panjang

Karyawan yang mendapatkan manfaat kesehatan medical check-up rutin, dapat lebih produktif, fokus dalam bekerja, dan mengurangi kemungkinan tidak hadir ke kantor akibat sakit. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan yang memberikan manfaat medical check-up untuk karyawan.

Cara Klaim Medical Check-Up Karyawan

Adapun tahapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan klaim medical check-up. Berikut ini di antaranya :

1. Kenali Jenis Benefit Kesehatan yang Dimiliki

Langkah utama yang perlu dilakukan sebelum melakukan medical check-up adalah karyawan perlu memahami detail polis atau fasilitas manfaat kesehatan yang diberikan oleh perusahaan. Umumnya, perusahaan memberikan manfaat kesehatan berikut :

  • Rawat Jalan
  • Rawat Inap
  • Medical Check-Up (MCU)
  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Kacamata
  • Perawatan Gigi

Selanjutnya, perlu dipastikan kembali apakah MCU ditanggung sepenuhnya atau ada batas plafon, perhatikan prosedur klaim, dan periode aktif benefit. Apabila sudah memahami prosedurnya, semakin mudah memanfaatkannya tanpa menghambat administrasi.

2. Manfaatkan Fasilitas Cashless

Faktor yang sering menjadi alasan karyawan enggan melakukan MCU adalah proses klaim yang dianggap rumit. Sementara itu, ketika perusahaan menggunakan TPA seperti izihealth sangat memungkinkan transaksi klaim dilakukan dengan metode cashless. Berikut keunggulan metode cashless untuk MCU rutin.

  • Proses klaim cepat
  • Transparansi biaya
  • Minim risiko kehilangan dokumen
  • Tidak mengganggu cash flow karyawan

3. Pilih Fasilitas Layanan Kesehatan yang Tepat

Asuransi perusahaan biasanya memiliki jaringan fasyankes yang luas. Fasilitas kesehatan yang dipilih dapat menyesuaikan dengan lokasi karyawan, tersedia paket MCU yang sesuai kebutuhan usia, dan hasil digital yang mudah diakses.

4. Sesuaikan MCU dengan Profil Risiko Pribadi

Sebelum melakukan MCU, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan agar pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari riwayat penyakit keluarga, pola kerja, usia, hingga gaya hidup. MCU yang sesuai profil risiko pribadi akan memberikan hasil yang lebih optimal.

5. Simpan dan Evaluasi Hasil MCU

MCU sebaiknya dilakukan rutin satu tahun sekali. Setelah mendapatkan hasilnya, simpan dan evaluasi hasil MCU. Perhatikan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh, dan profil lipid. Evaluasi dilakukan untuk membantu mengambil langkah preventif yang lebih tepat.

MCU menjadi salah satu upaya mengenal kondisi kesehatan tubuh, dan mencegah dari penyakit berkelanjutan. Mulai hari ini, kenali polis Anda, dan manfaatkan fasilitas medical check-up untuk melindungi diri dari penyakit!


Kembali