.png)
Dalam dunia bisnis di era digital ini, perusahan tidak hanya menjadikan target perusahaan sebagai prioritas. Lebih dari itu, perusahaan kini menyediakan employee benefit yang tidak kalah penting, karena dapat meningkatkan loyalitas karyawan.
Pengelolaan employee benefit dari perusahaan untuk karyawannya, sering menyulitkan karena proses administrasi yang ribet, klaim asuransi yang lama, hingga sistem pelaporan biaya kesehatan tidak efisien. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sistem untuk memudahkan pengelolaan employee benefit.
Apa Itu Third Party Administrator?
Third Party Administrator (TPA) adalah pihak ketiga yang berperan dalam mengelola administrasi program asuransi kesehatan perusahaan. TPA menjadi penghubung antara perusahaan, asuransi kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan sebagai provider.
Tugas utama TPA adalah mengelola data kepesertaan karyawan, melakukan proses klaim asuransi, menyediakan jaringan provider, menyediakan sistem pembayaran cashless, dan membuat laporan biaya kesehatan. Adanya TPA membantu perusahaan untuk mengelola employee benefit.
Manfaat Menggunakan TPA untuk Perusahaan
TPA dibuat bukan semata-mata untuk mendukung penggunaan sistem digital saja. Adapun manfaat yang dapat dinikmati perusahaan ketika memutuskan untuk menggunakan sistem TPA dalam mengelola employee benefit. Berikut di antaranya :
1. Proses Klaim Kesehatan Lebih Mudah
Dalam mengelola asuransi kesehatan, proses klaim adalah hal utama yang harus diperhatikan. Tanpa adanya proses klaim yang mudah dan terintegrasi, akan menghambat dan memberikan pengalaman kurang baik bagi karyawan sebagai pemegang asuransi.
TPA dirancang untuk membuat proses klaim asuransi lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi. Selain itu, TPA menyediakan sistem cashless yang memungkinkan karyawan klaim asuransi tanpa perlu memikirkan pembayaran saat pengajuan klaim.
2. Membantu Beban Administrasi HR
Tim HR sering kali disibukkan dengan pengelolaan klaim karyawan. Mulai dari mengelola data karyawan, mengatur klaim reimbursement, hingga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk proses klaim asuransi karyawan.
Sistem TPA dirancang untuk membantu beban administrasi HR, karena TPA dapat mengelola data karyawan, melakukan proses klaim asuransi kesehatan, berkoordinasi dengan jaringan fasilitas kesehatan, hingga membantu HR dalam membuat laporan penggunaan biaya kesehatan.
3. Mengontrol Biaya Kesehatan
Biaya kesehatan karyawan menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi perusahaan. Jika tidak dikontrol, akan berpotensi over budget dan mengganggu cash flow perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan TPA untuk mengontrol biaya kesehatan perusahaan.
TPA memiliki sistem pelaporan yang memudahkan perusahaan dalam menghitung total biaya klaim, jenis layanan kesehatan yang sering digunakan, rumah sakit yang sering dikunjungi, dan tren biaya kesehatan karyawan. Dengan begitu, perusahaan lebih mudah dalam mengontrol biaya kesehatan.
4. Akses Jaringan Kesehatan yang Luas
Employee benefit yang dikelola secara mandiri, memiliki keterbatasan terhadap akses fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan TPA sebagai akses jaringan ke fasilitas kesehatan. Umumnya, TPA memiliki jaringan kesehatan yang luas, dan tersebar di berbagai daerah.
Kemudahan akses fasilitas kesehatan akan memudahkan karyawan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Klaim bisa dilakukan secara cashless di jaringan fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan TPA.
5. Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan
Program employee benefit yang diberikan oleh perusahaan dapat membantu karyawan dalam menjaga produktivitas. Karyawan yang mendapatkan employee benefit akan merasa tenang karena akses layanan kesehatan bisa didapatkan dengan mudah.
Produktivitas karyawan yang terjaga dengan adanya TPA untuk mengelola employee benefit, akan meningkatkan kepuasan karyawan terhadap perusahaan tempat ia bekerja, sehingga dapat meningkatkan loyalitas.
6. Sistem Digital Lebih Modern
Pada era digital seperti saat ini, perusahaan berlomba-lomba menggunakan sistem digital untuk mengelola administrasi karyawan. Tidak terkecuali untuk mengelola employee benefit. Perusahaan yang menggunakan sistem digital, lebih memberikan kepuasan karyawan.
Digitalisasi dalam mengelola employee benefit, membantu proses klaim menjadi transparan dan meminimalisir adanya kecurangan. TPA membantu perusahaan memberikan layanan yang baik untuk pengelolaan employee benefit.
7. Membantu Mengelola Risiko Kesehatan
Employee benefit yang dikelola secara mandiri, dapat menyulitkan HRD dalam mengelola risiko kesehatan. TPA membuat pelaporan tidak hanya untuk penggunaan biaya kesehatan saja, melainkan dapat membuat laporan tren kesehatan karyawan.
Adanya data analisis kesehatan karyawan, dapat memudahkan perusahaan dalam memberikan tindakan preventif dan memberikan manfaat kesehatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing karyawan. Hal ini dapat mencegah pembengkakan biaya kesehatan jangka panjang.
Pengelolaan asuransi kesehatan karyawan adalah bagian penting dalam merancang employee benefit. Tanpa menggunakan sistem yang tepat, proses pengelolaan menjadi lebih sulit dan memakan waktu. Maka dari itu, diperlukan TPA untuk membuat proses lebih mudah.
TPA membantu mengelola employee benefit yang terstruktur dan efisien. Sebagai salah satu TPA, izihealth terintegrasi dengan iziklaim untuk membuat proses klaim menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Segera diskusikan dengan kami kebutuhan perusahaan Anda dalam mengelola employee benefit!
