
Sejak maraknya Covid-19 pada 2020 lalu, pemberlakuan work from home (WFH) dilakukan oleh hampir seluruh perusahaan di Indonesia, kecuali layanan jasa. Pada akhirnya, WFH dijadikan sebagai budaya kerja modern. Sampai sekarang, masih banyak perusahaan yang memberlakukan WFH meski sudah tidak pandemi.
WFH memberikan fleksibilitas waktu, mengurangi waktu perjalanan, dan kenyamanan bekerja hanya dari rumah. Banyak karyawan yang merasa nyaman dengan adanya sistem ini. Akan tetapi, tidak sedikit pekerja yang pada akhirnya memiliki waktu kerja yang tidak terbatas.
Mengapa WFH Menyebabkan Waktu Kerja Tidak Terbatas?
WFH membuat pekerja tidak perlu meluangkan waktu untuk perjalanan pergi dan pulang kerja, sehingga terbiasa untuk selalu siap bekerja kapan saja, termasuk di luar jam kerja. Kebiasaan ini dampaknya jadi tidak bisa membatasi antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Saat bekerja di kantor, ada batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Memasuki jam pulang kerja menjadi tanda pekerjaan telah selesai. Rumah menjadi tempat untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Adanya jeda antara bekerja dan istirahat dengan adanya perjalanan dari kantor ke rumah, memberi waktu otak untuk memproses pemisahan fokus.
Sementara itu, saat bekerja dari rumah, otak tidak diberi jeda untuk memproses pemisahan fokus antara kerja dengan menjalani kehidupan pribadi. Hal ini karena WFH memberikan dampak munculnya perasaan harus selalu siap bekerja kapan saja, sehingga tidak memiliki waktu yang optimal untuk beristirahat.
Dampak Terhadap Kesehatan Mental
Waktu bekerja yang terlalu panjang dan menyita waktu istirahat dapat berdampak terhadap kesehatan mental. Beberapa dampak yang rentan muncul antara lain :
1. Kelelahan Mental
Otak yang terus bekerja tanpa henti meskipun tubuh sedang beristirahat, dapat menyebabkan lelah secara mental. Saat seseorang mengalami kelelahan mental, akan cenderung susah fokus, sehingga tidak bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik.
2. Gangguan Tidur
Pikiran yang berat dan banyak memikirkan pekerjaan sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan tidur, dan istirahat yang kurang berkualitas. Ketika kurang istirahat, tubuh akan lebih rentan terserang penyakit.
3. Stres Berkepanjangan
Ketika mengerjakan pekerjaan tanpa henti dan tidak memberikan waktu istirahat bagi otak, hormon stres seperti kortisol akan lebih meningkat. Hal ini dapat menyebabkan stres berkepanjangan, dan menurunkan konsentrasi dalam bekerja.
4. Risiko Burnout
Burnout adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan secara emosional, mental, dan fisik yang disebabkan oleh stres setelah kerja berkepanjangan. Burnout merupakan hasil dari kondisi stres berkepanjangan yang menurunkan kesehatan fisik maupun mental.
Cara Menyeimbangkan Waktu Saat WFH
Pikiran yang berat tanpa adanya waktu untuk beristirahat bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan mental saja, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Oleh karena itu, penting bagi setiap karyawan untuk menyeimbangkan pekerjaan agar tetap sehat. Lakukan dengan cara berikut :
1. Tetapkan Jam Kerja yang Jelas
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan waktu kerja adalah dengan menetapkan jam kerja yang jelas. Mulai dan akhiri pekerjaan pada waktu yang konsisten setiap hari. Hindari membuka laptop setelah jam kerja berakhir, kecuali jika ada kondisi mendesak.
2. Pisahkan Area Kerja dan Istirahat
Bekerja dan istirahat di tempat yang sama dapat memecah fokus, serta membuat pikiran tidak rileks saat waktunya istirahat. Ada baiknya pisahkan area kerja dan istirahat untuk menjaga fokus saat bekerja, serta tubuh bisa beristirahat dengan maksimal setelah waktu kerja berakhir.
3. Matikan Notifikasi
Setelah bekerja seharian, sebaiknya matikan notifikasi pekerjaan saat jam kerja berakhir. Hal ini dilakukan agar otak terbiasa membatasi waktu kerja dengan waktu istirahat, sehingga tidak ada gangguan saat istirahat setelah lelah bekerja.
4. Buat Jadwal Istirahat
Membuat jadwal istirahat tidak kalah pentingnya dengan membuat jadwal bekerja. Cobalah dengan membuat jadwal untuk melakukan olahraga ringan, membaca buku, atau menghabiskan waktu bersama keluarga untuk mengalihkan fokus dari pekerjaan.
WFH memberikan banyak manfaat, terutama bagi ibu pekerja yang ingin tetap produktif dan tetap mengurus anak lebih maksimal. Oleh karena itu, penting bagi setiap pekerja untuk lebih bijak dalam mengatur waktu kerja dan waktu istirahat, agar WFH tetap produktif, tanpa mengesampingkan kebutuhan rumah.
Bagi pekerja yang sampai saat ini masih bekerja dari rumah, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dan jangan lupa untuk menyeimbangkan dengan waktu untuk kebutuhan pribadi. Dengan mengatur jam kerja yang sehat, pekerja WFH dapat tetap bekerja dengan baik tanpa membawa beban ke kehidupan pribadi.
